Selain Rezeki, Waktu di Brunei Melimpah

Jawa Pos online. Memilih Brunei Darussalam memang bukan tanpa “risiko.” Agus S. Djamil banyak mendapatkan sindiran dari kawan-kawannya soal keputusannya itu. Tudingan tak lagi nasionalis pun disasarkan kepada dirinya. “Salah besar apabila orang bilang saya tak mencintai negara saya,” tuturnya. Dia tak pernah sekali pun mengingkari kenyataan bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia (WNI).Di Brunei, Agus justru merasa banyak bertugas sebagai public relation tak resmi dari Indonesia. Betapa tidak, saat bertemu dengan orang-orang baru, misalnya, banyak yang bercerita kepadanya soal pembantu, tukang kebun, atau sopirnya yang adalah warga negara Indonesia.

Nah, sempat suatu kali Agus ditanya apa pekerjaannya. Maka, dia menjawab bekerja di kantor perdana menteri. Si penanya langsung diam seribu bahasa. “Bukannya sombong, namun menunjukkan bahwa kita mampu juga kadang perlu,” tutur ayah enam anak yang hobi membaca dan menulis itu.

Dia tak pernah mengingkari Indonesia, bahkan ketika sedang banyak masalah di Bumi Pertiwi. Misalnya, di ibu kota sedang terjadi demonstrasi atau permasalahan lain, Agus berusaha menjelaskan apa yang terjadi. “Saya tak pernah berkelit. Saya bangga menjadi WNI,” tegas cucu KRH Hadjid, ketua Majelis Tarjih pada awal-awal berdirinya Muhammadiyah, itu.

Meski begitu, dia mengakui bahwa ada kehidupan lain yang tak mungkin didapatkannya di Indonesia. Misalnya, soal makan siang. Setiap pagi dia, istri, dan anaknya berangkat bersama. Rute pertama adalah mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Baru setelah itu, berhenti di kantor Agus.

Mobil lantas dibawa pulang oleh sang istri, Ria H. Purwaningsih, dan Agus bekerja di kantor. Pada jam makan siang, Ria akan menjemput anak-anaknya dan Agus untuk pulang ke rumah. Mereka makan siang bersama di rumah. Waktu luang yang dimiliki Agus memang berlimpah.

“Di sana juga tak ada lembur. Cuti 48 hari, libur Jumat dan Minggu,” tuturnya. Hal yang demikian memang tampaknya tak mungkin didapat di dalam negeri, termasuk kota-kota besar.

Waktu luang sebanyak mungkin didapatkan Agus. Pasalnya, dia kini membutuhkan banyak kesempatan untuk dapat menuliskan ide-idenya menjadi sebuah buku. Pada saat cutinya ini, dia mengampanyekan idenya agar Indonesia segera menghadapkan wajah dan memanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa. (ara)

About these ads

36 Responses

  1. assalamu’alaikum wr.wb.
    Salut deh baca ttg arikel2 yang mengulas ttg mas agus djamil.
    Saya ingat, waktu saya kecil (di Kauman Yogyakarta) Mas Agus Djamil itu temannya Mas Bambang Yudhono, Mas Kus (Heri Kuswanto) kan ????
    Jadi ingat jaman dulu, waktu mas Agus masih tinggal di dekat Gerjen. Ibu (Ibu Uswatun) &Bapak (Bpk Ghozali) masih sehat-sehat? Masih tinggal di depan Rumah Bpk Marwazi?

    Wassalam
    Yusnaida (Ida)

  2. Ass Wr Wb,
    Hallo Mas Agus, apa kabar? sukses ya mas,
    Org Ind yg bekerja di LN selalu indentik dgn tenaga non formal apalagi diawal th 1984 ketika hub dip baru dibuka, Skrg kita bs bangga sdh banyak tenaga prof bekerja di Brunei, ada Dr.Tony sbg perintis (Hallo Mas Tony apa kabar?), ada Mas Agus Djamil, ada Pak Rubyanto di Jerudong dan masih banyak lagi.
    Pengalaman serupa pernah terjadi kertika saya dan Alm Bp.Ferdy Salim (ex DubesRI di BSB) jalan2 ke Kg.Air naik perahu pertanyaan pertama mereka kpd kita “Bp.Kerja dimana?” mrk heran kalo dengar org ind bekerja sbg profesional.

    Bener banget di Brunei berlimpah waktu karena itu kita bisa istirahat dan makan siang di rumah kadang malah ketiduran jd telat ke kembali ke kantor (ini pengalaman pribadi). Berbanding terbalik dengan di Jakarta, sekarang aku di jakarta mas, berangkat ke kantor matahari belum nongol pulang ke rumah matahri udah gak ada begitu dan begitu setiap hari.

    Okay Mas Agus selamet beraktifitas, salam hangat untuk semua temen2 KN, KN makin kereen dengan web nya.

    Wassalam
    Agus Hendarto

  3. Enak tinggal di Brunei untuk anak-anak loh…! Aman dan nyaman tapi tidak bisa main-main kaya anak-anak di Inadonesia yang bisa main sama anak-anak tetangga.
    Saya teman dari anak-anaknya Om Agus yang nulis buku Al Quran dan lautan. seneng loh bergaul dengan mereka, mereka pada pinter-pinter makanya aja saya juga jadi kecipratan pinternya jadi juara satu terus di sekolah. Malah ada yang bilang “anak-anak orang indonesia yang bersekolah di Brunei” itu selalunya nggak malu-maluin nama Indonesia.
    Temenku itu juga yang anak Om Agus sama Tante Ria yang namanya Nuha jadi pemenang Lomba Saints malah dalam 2 kategori bisa dimenangi semua sama Nuha, hebat kan temenku itu.
    Selamat ya Om, anaknya pinter saya juga mau pinter seperti Nuha. (Maaf terlambat ngucapin selamatnya) soalnya saya baru boleh pakai internet sendiri tanpa didampingi mama setelah umur 8 tahun dan diberi laptop pribadi sama mama.
    Ok deh salam buat Nuha sama Alta yah, Om Agus
    Wassalam
    Nabila

  4. Ida,
    Apakabar Ida? semoga sehat selalu dan sukses.
    Trimakasih komentarnya, senang bisa kontak-kontak.
    Eh..bener. saya temen B Yudono & Heri Kus, waktu di Kauman dulu…
    Bapak & Ibu masih tinggal di depan rumah Pak Marwazi di Kauman. Silakan mampir kalau ke Kauman.

    Mas Agus Hendarto,
    Wah apakabar nih orang Jakarta… Anda lho yang pertama kali memperkenalkan saya tentang Brunei… saya masih ingat dulu diajak muter2 pada Agustus 1998, waktu kunjungan ke Brunei ke-2, sebelum menetap di sini. Terimakasih.
    Salam buat mbak Nanik & anak2.

    Nabila,
    Om ikut senang Nabila udah boleh pakai email ya… wah lebih canggih dari Nuha & Alta nih… nanti Om cerita sama Nuha.
    Alhamdulillah Nuha bisa Juara I Young Chemist dari BASE Science Competion dan Juara 3 Compulsory Project (Crystal Garden).
    Alta juga alhamdulillah lulus straigh 5A untuk ujian SD-nya. Sekarang di PDS International School.
    Nabila kapan2 main ke rumah Nuha ya…

    Wassalam,

    Agus S. Djamil

    • Dear pak Agus,

      Saya tertarik untuk mengimplementasikan bisnis rumput laut untuk ekspor sebagai tepung Carrageenan.

      Saya tertarik untuk memiliki buku bapak karena buku itu menjelaskan VISI bapak tentang Rumput Laut sebagai makanan masa depan di Indonesia.

      Saya sudah membaca/membeli buku bapak pada waktu launching Bedah Buku di Kampus UBAYA Tengglis, Surabaya. Namun sayang buku itu hilang. Saya coba mencari di Gn Agung dan Gramedia se-Surabaya, bahkan ke Mizan ternyata sudah tdk dicetak lagi. Sayang sekali…Jika bapak bisa membantu saya bersedia membeli buku bpk 3-5 pcs untuk saya bagikan ke saudara-saudara saya yang berminat untuk menjadi rekan bisnis saya.

      Jika bapak berkenan, saya mohon diberi no telp/ alamat bapak, shg saya bisa mampir bila ke Jakarta.

      Hormat saya,

      SANDHY KURNIAWAN
      Sr District Manager PT Sara Lee Indonesia
      R : Jl Wiguna Timur Raya No 23 Surabaya
      HP : 0812 3000 975 / 0817 0321 3028

  5. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Mas Agus, apa kabar? Bagaimana dengan mbak Ria? Saya Sri Hidayati putri Bapak H.B. Abdul Kadir dan Ibu Istikomah yang dulu tinggal di Komp. Jati, Rumbai. Masih inget, mas? Seinget saya mas dan mbak Ria tinggal di Komp. Kenari waktu itu ya?

    Mas, saya salut dengan pencapaian mas dan keluarga.. Mudah2an email saya ini bisa sampai ke mas. Banyak yang ingin saya tanya perihal tinggal dan kerja di Brunei, mas..

    Sebelumnya saya sudah menulis panjang lebar, tapi ternyata gak bisa di -submit. Mudah-mudahan yang ini berhasil.

    Wassalam,
    Sri Hidayati

  6. assalamualaikum…
    kenalkan mas saya paryono dari bantul yogyakarta, mas agus kan dah lama tinggal di brunei, aku mau nanya nih mas….
    saya ada rencana kerja ke brunei, kemaren ada iklan di jawapos, katanya dibutuhkan banyak tenaga untuk kilang minyak di brunei. pemberangkatan bulan april besuk. pjtkinya pt. andromeda graha. biaya pemberangkatan 8 juta dibayarkan setelah visa turun. gaji kalo dirupiahkan lk 5 juta rupiah. syarat usia tidak lebih 45 tahun. Pertanyaan saya apa informasi itu benar mas ??? tolong ya dijawab mas agus, langsung ke email saya juga boleh..

    wassalam wr wb
    bantul 03 maret 2008,

  7. Salut buat mas agus yang masih mempunya rasa nasionalis yang tinggi.. semoga sukses selalu.. amin.. oh ya saya mau tanya nih mas.. di brunei ada lowongan utk jadi cameraman ga mas? saya pengalaman 12 tahun jadi cameraman berita di indonesia.. skrg saya masih menjadi cameraman berita di salah satu tv swasta di jakarta.. usia sy 31 tahun.. kalo mas agus ada informasinya, mohon dgn sangat di email ke saya di ruddy_inzaghi@yahoo.com
    terima kasih banyak & sukses selalu

  8. assalamualaikum…
    Sangat menarik menyimak perjalanan mas Agus yang sekarang jadi “wong Brunei”. Memberikan banyak informasi, motivasi dan inspirasi untuk mengikuti jejaknya menjadi teladan banyak orang. Mas Agus, perkenalkan nama saya Farid, kelahiran Banjarnegara 68, kecil sampe sma di banjar, lanjut ke ISI (ASRI) Yogyakarta. Sekarang terdampar di Jakarta jadi pekerja iklan. Saya ikut merasa bangga dengan pencapaian Mas Agus di Brunei dan menjadikan sedikit meri karo ngimpi, “kapan ya bisa kayak Mas Agus?”. Dari cerita Mas Agus tentang TKI Indonesia yang berada di Brunei, menurut saya memang banyak dialami TKI bukan hanya di Brunei saja. Umumnya masyarakat setempat memberikan cap yang negatif, merendahkan akan sumber daya manusianya. Padahal sebenarnya terjadi hubungan kerja yang saling menguntungkan. Mereka (warga setempat) untung karena ada yang membantu pekerjaanya, TKI beruntung dapat upah sebagai jerih payah hasil kerja. Tapi mas Agus…. kalau mau dihargai warga setempat, emang kita musti punya keahlian, ilmu dan pendidikan yang bisa sejajar dengan mereka. Syukur-syukur malah kita emang lebih pintar….. Mas Agus semene ndisit, mengko gampang nyambung maning, salam kenal dari Farid. (mau nerusin mimpi jadi orang mapan kayak Mas Agus…)

  9. asalamualaikum.

    salut tuk pak agus. smoga prestasinya menjadi teladan bagi generasi muda indonesia. apalagi bila pengalamannya bisa ditulis dalam buku dan diedarkan di indonwia.

    o ya, saya iman supriyono, kerja di kantor konsultan keuangan di sby (www.snfconsulting.com). hobi nulis buku2 keuangan. dah ada 7 buku. salah satunya: FSQ memahami mengukur dan melejitkan financial spiritual quotient untuk keunggulan diri perusahaan dan masyarakat. sudah cetakan ke-4 dan menjadi materi 89 angkatan training FSQ di indonesia. mas agus bisa bantu akses promosi buku ke brunei? o ya, tgl 6-7 juli saya insy allah ada di brunei. bisa kenalan?

    jazakallah
    iman supriyono
    +6281-851-5705

  10. Ass.Wr.Wb..Saya seorang dokter(fresh graduate),saya brminat buat kerja dibrunai,apakah ada peluang buat saya disana?Trim’s phone(085292777172)

  11. Wah saya salut sekali sama pak Agus bisa memberi wawasan pada saya tentang alquran dan lautan. Memang laut merupakan kekayaan alam yang melimpah dan belum semuanya bisa dimanfaatkan. Saya lulusan teknik kimia UGM kakak kelas 1 tingkat dari ibu Ria Handayani. Gimana kabar Ibu Ria sekarang, ilmu teknik kimia nya dimanfaatkan untuk apa sekarang.Saya baca artikel diatas kok bahagia banget kehidupan pak agus dan Ibu Ria. Punya putra berapa skr. Salam dari teman teman indonesia seperti Nita, ndari, arifin,budi syarif, mulyono,turmudi dll. Salam Juni Purwadi

  12. Sampaikan salam saya untuk ibu Ria Handayani (TK UGM 83) teman teman di Indonesia pingin kontak kontak. E-mail saya junipurwadi@yahoo.com. Thanks

  13. Assalamuallaikum Wr, Wb
    Halo mas, saya bingung sekali
    rencananya saya mau Kuliah di UBD
    lalu rekan saya sesama orang indonesia disana, mengatakan Bahwa berangkat saja kesini.Tidak perlu TOEFL, hanya bawa ijazah saja, Bawa diri, dan bawa Uang Untuk Pendaftaran, serta isi form.Benarkah prosedur itu???
    Benarkah UBD menerima Mahasiswa Internasional Pada Bulan januari 2009 ini.
    Mohon Bantuannya

  14. Assalamualaikum wr.wb…

    For all Indonesian,

    Salam kenal, saya Rizki Maulana (22thn). Saya sangat berminat untuk dapat bekerja di Brunei Darussalam sejak saya kecil.. Saya adalah lulusan Sarjana Sastra (Bahasa Jepang) dari universitas Padjadjaran, saat ini saya masih bekerja sebagai interpreteur dan staf PPIC di salah satu perusahaan PMA Jepang di Cikarang. Apakah kira2 ada kesempatan untuk saya dapat bekerja di Brunei? Jika ada informasi, apakah bisa kirim ke alamat email : moh_rizkimaulana@yahoo.co.id
    saya akan sangat berterima kasih atas batuan sebelumnya..

    Best regards,

    R. Moh. Rizki Maulana

  15. assalamualaikum wr wb
    salam kenal dari saya, saifullah 33 thn. saya sangat berminat sekali tuk berdagang atau berwiraswasta di brunai darusslam saya lulusan s1 teknik mesin dari iti, apakah kira2 mas agus isa membantu saya dalam mengembangkan jiwa wirausaha saya dan informasikan juga bisnis apa yang sedang berkembang dibrunai sana. terima kasih wassalm

  16. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pak Agus yang sukses.
    Saya PNS Dep. Agama di Sum-Sel pingin kuliah di UBD. Saya mau tanya apakah ada peluang untuk Beasiswa S2 di UBD. Jika dengan biaya sendiri berapa biaya yang harus saya siapkan selama setahun plus hidup yang paling sederhana?. Apakah ada kemungkinan saya dapat bekerja sambil kuliah.
    Saya berencana awal tahun ini akan ke brunai berapakah ongkos yang harus saya siapkan.
    Mohon bantuan Bapak kiranya berkenan untuk menjawab.
    Semoga Bapak selalu dilindungi Allah di tanah rantau. Atas bantuan Bapak saya ucapkan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Indrayanto

  17. Assalamu’alaikum.wr.wb.
    Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah,.. Insya Allah bulan April 2009 (akhir) kami dapat rejeki tiket gratis ke Brunei DS… cuma masih bingung…adakah hotel atau penginapan yang tidak terlalu mahal untuk tempat kami menginap di Brunei ?
    Mungkin Mas Agus S Jamil ada saran… saya dulu juga alumni di Gerjen…kost dirumahnya Bpk.Daris Tamimi (alm)…terima kasih sekali atas infonya….
    Wassalam

    S.Umar T

  18. ada yang bisa nolongin kerja ke brunei
    sudah byk ktipu agen saya
    pliss rufonlinebisnis@yahoo.com YM armandruf@yahoo.com
    thanks

  19. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Pak Agus S. Djamil yang dimuliakan Allah.
    Saya sekarang ini bekerja di sebuah Bank Syariah di Indonesia. Saya dan keluarga berkeinginan untuk hijrah ke Brunei. Saya mohon bantuan Bapak untuk memberikan informasi peluang kerja di Bank yang ada di Brunei. Informasi tersebut di krm aja lewat email saya Pak. Terima kasih sebelumnya.
    Wassalam.

  20. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Pak Agus S. Djamil yang dimuliakan Allah.
    Saya sekarang ini bekerja di sebuah Bank Syariah di Indonesia. Saya dan keluarga berkeinginan untuk hijrah ke Brunei. Saya mohon bantuan Bapak untuk memberikan informasi peluang kerja di Bank yang ada di Brunei. Informasi tersebut di krm aja lewat email saya Pak. (email : babdiriva@syariahmandiri.co.id)Terima kasih sebelumnya.
    Wassalam.

  21. assalamu’alaikum wr. wb,
    pak agus yang hebat..,
    saya dapat tawaran kerja di brunei, saya ingin menanyakan bagaimana kehidupan dibrunei, tetapi lewat email.
    terimakasih

    wassalam

  22. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pak Agus yang baik,
    Saya gadis Minang, pingin kuliah di UBD. Saya mau tanya apakah ada peluang untuk Beasiswa S2 di UBD? Jika dengan biaya sendiri berapa biaya yang harus saya siapkan selama setahun plus hidup yang paling sederhana?. Apakah ada kemungkinan saya dapat bekerja sambil kuliah ? Adakah kemungkinan saya mendapatkan jodoh orang Brunei, dan bagaimana cara menjadi warga Brunei ?
    Saya berencana awal tahun ini akan ke brunai berapakah ongkos yang harus saya siapkan.
    Mohon bantuan Bapak kiranya berkenan untuk menjawab.
    Semoga Bapak selalu dilindungi Allah di tanah rantau. Atas bantuan Bapak saya ucapkan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  23. Bapak2/Ibu2/Kakak2, saya mohon bantuannya tentang lowongan kerja sebagai dokter dan perawat di Brunei, jika ada yg punya informasi silahkan email ke: naya_chan07@yahoo.com. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

  24. Assalamu’alaikum wr wb

    Saudara kami p’ Agus yang di muliakan Allah
    saya sarjana Teknik Lingkungan ingin kerja di brunei, bagaimana cara / jalanya : Tolong bisa infi lewat email saya

    Wassalam
    Hadi santosa

  25. maaf mau tanya info kerja dibrunei. saat ini saya bekerja di bank bumn sebagai teller.

  26. Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
    Salam ta’zhim dan salam kenal buat ust. Agus. perkenalkan nama saya Ade Wahyudin, saya baru saja menamatkan studi saya di jurusan Pend. B. Arab UPI dengan yudisium 3,58 saya bermaksud ingin melanjutkan studi S2 dalam bidang linguistik namun kalo pake biaya sendiri rasanya berat, karena saya memang dari keluarga kurang mampu. Kira2 beasiswa apa yang cocok untuk saya? terus bisa gak kalo saya sambil kerja disana, misalnya ngajar ngaji, les BTAQ (baca tulis al Qur’an), hifzhil Qur’an, dsb, karena kebetulan sejak mahasiswa saya sudah aktif diberbagai UKM keislaman kampus seperti pernah menjadi ketua UPTQ (Unit Pengembangan Tilawah al Qur’an) UPI, Ketua MPO UPTQ UPI, Ketua Dewan Santri Pon-Pes Asy-Syarifiyyah, dll. Selain itu alhamdulillah saya pernah menjuarai berbagai MTQ baik ditingkat provinsi maupun Nasional. Mohon balasannya. Wassalam.

  27. maaf mngkin saya berbeda pendapat dngan artikel yg bapak tulis ini!saya pun pernah bekerja dibrunei,saya kerja selalu dibawah tekanan,tidak boleh bergaul dengan si A lah atau si B lah,bahkan jam kerjapun sampai lebih dari 12 jam,menurut survei yang saya lakukan pengalaman saya ketemu wni dibrunei hampir semua kerja dibawah tekanan bos.

  28. Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Agus S. Djamil, semoga bahagia dan betah tinggal di Brunei sana. Jangan bapak berkecil hati jika di sindir oleh kawan sekerja seolah-olah tidak nasionalis lagi. Saya jadi teringat dengan bekas perdana mentri Peru yang terguling itu, Fujimori. Ternyata dia adalah orang Jepang. Kayaknya aneh sekali ya. Jauh-jauh merantau dari Jepang ke Peru. Tahu-tahu disana jadi Perdana mentri. Tapi itulah nasib orang siapa tahu.

    Kenalkan pak nama saya Edriandi, alumni Teknik Nuklir UGM 84. Jika semuanya berjalan lancar saya juga akan berangkat ke Brunei bekerja di bidang construction. Spesialis saya adalah Welding Inspector.

    Ini ada cerita sedikit. Saya punya teman di kampung di Bukittinggi. Namanya Nurdin. Seperti kebanyakan orang minang lainnya ia juga punya keinginan untuk merantau, meningkatkan taraf hidup. Itulah tujuannya. Maka pada suatu ketika sampailah ia di Malaysia, berdagang di kaki lima. Perjalanan hidup membawanya hingga sampai di Kamboja. Entah bagaimana ceritanya lambat laun ia menjadi raja di negeri itu. Kemudian namanya yang semula Nurdin, supaya sesuai dengan bahasa setempat berubah menjadi Norodom. Karena ia berasal dari daerah Ngarai Sianok Bukittinggi, maka jadilah namanya Norodom Sihanok. Jadi Norodom Sihanok itu orang kampung kami tu…………..

  29. assalamu’alaikum wr.wb
    Salam kenal Pak Agus. Pekernalkan saya Radi, saya adalah mahasiswa di sekolah tinggi pariwisata bandung. Saya ingin menanyakan mengenai prospek kerja di bidang kuliner sesuai dengan jurusan saya. Karena saya sangat ingin bekerja di brunei. Besar kemungkinan bulan Agustus ini saya akan menyelesaikan study saya. Oleh karena itu saya mohon bantuan informasi dari bapak. Syukur-syukur jika bapak dapat memberikan informasi lowongan. Sekian & terima kasih.
    Wassalam……

  30. Mas Agus…
    Mohon referensinya untuk bekerja di Brunei.
    Usia saya sudah 37 tahun, apa masih ada kesempatan?
    Makasih kalo mas mau kasih saya referensi

  31. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Mohon informasinya kepada rekan2 yang sudah kerja di brunei mengenai masalah pekerjaan .. saya sekarang bekerja di jakarta.

    oh iya backgroun pendidikan saya S1 Teknik Industri dan sekarang sedang mengejar gelar S2.

    Jika ada info mengenai lowongan pekerjaan, mohon di infokan kepada saya di reza.abdallah@yahoo.com

    Trims, Reza Abdallah

  32. Wah, enak ya kayanya kerja di brunei… jadi pengen deh… kira2 ada gak ya lowongan untuk IT di brunei ? Mau dong mas… :p

  33. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Alhmdulillah saya dpat membaca bku Alqur’an dan lautan. Saat ini kmi mencoba membangun secuil dari ide Pak Agus S. Djamil melalui Koperasi Pondok Pesantren yang usahanya berbasis hasil laut dan Sisa hasil usahanya kami gunakan untuk membangun SDM hafiz Qur’an yang trampil di laut. Alhamdulillah, pda hari Jum’at 31 Des 2009 kami dikunjungi 34 orang saudara-saudara dari Kelab Pendeta Bahasa Uiversitas Brunei Darussalam. Diantara pendampingnya Hadir pula Profesor Jalaludin Chuchu yang ternyata juga kenal baik dengan Bapak Dr. Abdurrahman R.A Haqqi. Profesor Jalalaudin berencana membuat program untuk ke Desa Sepuk Laut lagi. Saya Berharap dalam Kunjungan mendatang Profesor Jalaludin dapat mengajak Pak Agus S Djamil dan Dr. Abdurrahman untuk melihat dari dekat apa yang kami bangun dan tentunya kami berharap dapat berdialog langsung dengan penulis ide-ide besar agar tujuan dan visi kami ke depan dapat lebih baik. Insya Allah besok tanggal 4 Januari KOPONTREN kami mendapatkan bantuan senilai 50 juta rupiah dari CSR BN I untuk membangun pabrik tepung ikan mini. Mudah-mudahan melalui pemabngunan Ponpes ini menjadi langkah awal kami membangun manusia Indonesia yang cerdas spiritual dan trampil memakmurkan bumi dan laut.
    Oh ya dalam buku Pak Agus ada menyinggung tentang pengusaha Brunei yang ingin menjalin kerjasama dengan pengusaha di Pontianak. Mugkin dengan silaturahim ini kita juga dapat merealisasikan hal tersebut. Ada beberapa teman kita yang aktif sebagai wirausaha muda yang ingin mencari peluang ekspor ke Brunei, No. HP saya 0561 7583499
    terima kasih
    wassalam

  34. Saya ingin sekali dapat mengubah hidup saya menjadi baik. Dengan bersabar dan berserah diri saya sudah jalani. Tapi saya memang harus mendapat uluran tangan. Tolong saya untuk membiayai saya kerja diluar negri. Karna saya hanya mendapatkan gaji paling besar 3 juta. Di jakarta. Sedangkan saya mempunyai 3 adik. Dan tidak mempunyai ayah (bercerai). Tapi bahasa inggris saya aktif. Tolong saya pak. Saya meminjam biaya nya. Nanti setelah saya mendapat gaji. Saya akan mengangsur. Saya akan menunggu balasan dan uluran tangannya. Melalui e mail saya

  35. Assalamu alaikum wr wb

    Salam kenal sebelumnya, saya minta maaf jika ada yang tidak berkenan.
    Saya memperkenalkan produk saya, siapa tahu ada yang berkenan dengan produk bahan kebaya bordir dan kebaya jadi, saya juga sering kirim produk saya ke brunai, bagi yang beminat silahkan di halaman web saya http://kebayaannisa@blogspot.com

    Sekali lagi saya mohon maaf

    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: